Mengenal Konsep Hotel Boutique

Jakarta, chronosfusion.id – Baru-baru ini, Indonesia melalui Bali mendapat pengakuan bergengsi sebagai pemilik Boutique Hotel terbaik di dunia. The World Boutique Hotel Awards menganugerahkan Awarta Nusa Dua Luxury Villas & Spa setelah bersaing ketat dengan 300 hotel yang menjadi nominasi dari 80 negara.

Tentu ini prestasi yang membanggakan bagi dunia pariwisata Indonesia pada umumnya. Namun, sudahkah Anda mengenal dan mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan Boutique Hotel itu?

Tak sedikit yang menganggap bahwa boutique hotel atau hotel butik merupakan penginapan dengan butik di dalamnya. Namun tentu saja tak diartikan secara harfiah seperti itu. Namun konsep yang ingin dimaksudkannyalah yang serupa. Bila Anda membeli baju di butik, biasanya satu model baju hanya ada beberapa buah saja, pelayanannya eksklusif, dan harganya juga cenderung lebih tinggi. Begitu juga dengan hotel butik.

Konsep Boutique Hotel

Konsep hotel ini dimulai pada sekitar tahun 1980 dan didirikan di kota-kota besar Eropa dan Amerika. Dua orang yang pertama kali mendirikan Boutique hotel ini adalah Ian Schrager dan Steve Rubell.

Mereka berdua menjuluki hotelnya, Morgans, dengan sebutan Boutique hotel karena desain dan furnitur yang berbeda dengan tipikal hotel pada umumnya. Sejak saat itu, istilah hotel berkonsep ini semakin populer.

Hotel semacam ini biasanya banyak berlokasi di kota-kota yang menjadi pusat bisnis dan entertainmen, di mana tingkat trafik pengunjungnya cukup tinggi dan memungkinkan tingginya tingkat okupansi hotel. Di Indonesia, hotel butik banyak ditemui di kawasan wisata seperti Yogyakarta dan Bali. Desainnya pun dibuat lekat dengan unsur budaya lokal, yang sekaligus menjadi pembeda hotel ini dengan yang lain. Desain Boutique Hotel Tak ada standar yang pasti, melainkan biasanya hotel butik terdiri atas 100 hingga 15 kamar. Namun kadang ada juga yang hanya terdiri kurang dari 100 kamar hotel.

See also  Tembok Baluwarti Penjaga Keraton Ngayogyakarta

Hotel butik biasanya kerap menawarkan desain yang out of the box. Meski begitu, beberapa hotel butik yang masih dalam jaringan yang sama kadang memiliki fitur-fitur desain yang hampir seragam, misalnya jumlah ruang, penempatan tiap-tiap ruang, hingga perlengkapan yang tersedia, semua dibuat sama.

Hotel butik juga menawarkan beragam fitur pendukung seperti kolam renang, spa, kelas yoga, kelas seni, dan beberapa fitur lain yang disesuaikan dengan target pengunjung dan momen-momen tertentu.

Bagikan:

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *